Global Lintas Niaga

Kiat Sukses Prinsipal

Apa itu prinsipal?

Pemilik produk dan merk. Perlu digaris bawahi bahwa prinsipal bertanggung jawab untuk memiliki produk yang “menjual” sehingga tugas distributor untuk menjual dapat bersinergi untuk dapat menciptakan sukses.

Apa itu Produk yang “menjual”?

Di era kompetisi yang semakin runcing hari ini, dimana paradigma baru adalah barang mencari konsumen, adalah multak sebagai prinsipal kita mampu untuk mencetak produk yang “menjual”. Karakter produk tersebut adalah:

1. Memiliki value lebih dari apa yang dipersepsikan konsumen:

Sering kali konflik klasik yang terjadi antara distributor dan prinsipal adalah masalah harga, dimana distributor selalu beranggapan bahwa harga yang ditawarkan prinsipal tidak kompetitif, sedangkan bagi pihak prinsipal adalah tidak memungkinkan untuk menjual produk tersebut dibawah biaya yang telah ditetapkan dengan alasan profit, kedua belah pihak bersitegang untuk mencari siapa yang akan memperoleh keuntungan lebih. Hal mendasar yang kadang gagal dimengerti oleh kedua belah pihak adalah bisa tidak ada konsumen yang merasa mendapatkan keuntungan lebih, maka siapapun dari kedua pihak tidak akan pernah mendapatkan keuntungan nyata karena tidak terjadi penjualan.

2. Menaruh hubungan partnership antara prinsipal dan distributor:

Hubungan kerja antara distributor dan prinsipal haruslah merupakan simbiosis mutualisme, dimana hasil akhir kesuksesan penjualan produk adalah tujuan dari setiap organisasi. Tidak jarang beberapa organisasi berpikir singkat:

Prinsipal:

“Prinsipal telah memberikan diskon pendistribusian sebesar 10%, maka merupakan tanggung jawabmu untuk hidup dari produk ini. Dengan budget itu seharusnya sebagai distributor yang handal pasti harus berhasil”

“Tunjukan hasilmu, jangan beri alasan”

“Kalau diskon distribusi yang diberikan tidak bisa menututup biaya, berarti kamu tidak memiliki produk yang fast moving”

“Kalau sudah ada hasil, baru kita bicarakan”

Distributor:

“Coba hitung dengan penjualan 100 juta, diskon 10%, organisasi yang mendapatkan 10 juta, penjualan produk yang baru ini apa bisa diharapkan hit seperti itu dalam 3 bulan pertama”

“Ini kan juga merk prinsipal, sudah seharusnya dong mereka tambah dana untuk promo”

“Produk baru, tidak ada insentif penjualan ke sales tim mana bisa jalan”

“Belum tentu kalau semua sudah berjalan baik, merk ini masih akan dipercayakan kepada kita”

Semua hal tersebut diatas tidak menunjukan sikap simbiosis mutualisme. Pertanyaannya ketika kedua belah pihak berpikir sempit pada kebutuhan masing-masing dan melupakan tujuan utamanya yaitu menjual produk yang belum  dikenal menjadi terkenal, maka esensi dari tujuan kerjasama harus segera dikaji ulang.

Hasil Akhir

Bila memang kita menyadari tugas dan tanggung jawab kita masing-masing sebagai organisasi prinsipal dan distribusi. Sesuai dengan tingkat kematangan organisasi, Global Lintas Niaga siap untuk membantu mensukseskan penjualan produk-produk prinsipal baik di level pengenalan dan pemerataan produk-produk baru atau meningkatkan omzet dengan cara efisiensi distribusi, respon pengiriman yang lebih cepat, dan penambahan jaringan penjualan.

Jangan ragu untuk mendapatkan solusi cepat dan tepat, hubungi

Global Lintas Niaga

Budi Santosa 081332449214 | budisantosa@goglngo.com 

Comments are closed.